VIRALES

Fotos: El impactante cambio del niño más obeso del mundo

Arya Permana en 2016 // Foto: archivo AFP

Almorzaba cinco veces al día. Con fuerza de voluntad y disciplina, se convirtió en un ejemplo para el mundo.


Por: Redacción digital La Kalle

Hace cuatro años, la historia de Arya Permana, el niño más obeso del mundo, le dio la vuelta al planeta. El pequeño con apenas 11 años, pesaba cerca de 20 kilos y estado lo había convertido en el centro de atención en Java Occidental. De acuerdo con los padres de Arya, comía platos fuertes cinco veces al día, compuestos de pescado, carne y arroz.

 

Debido a su desaforado estilo de vida, el menor no podía caminar por sí mismo y debía ser cargado hasta el colegio.

 

Sin embargo, en 2017, un grupo de especialistas tomó su caso y le ayudaron inicialmente con una cirugía bariátrica. Posteriormente tuvo que ser sometido a más procedimientos para retirarle la piel que le iba sobrando.

 

De manera paralela, una dieta estricta y ejercicio físico terminaron por hacer el milagro. Hoy, cuatro años después, Arya está irreconocible. Las imágenes de su nuevo aspecto fueron reveladas por un famoso preparador físico llamado Ade Rai.

 

“Esperemos que la historia de ARIA PERMANA pueda ser una lección valiosa para todos nosotros”, escribió el entrenador al compartir fotos y videos.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Senang nya melihat aria hari ini... Fitnessmania, sekali lagi jangan salah paham ya... cerita SUKSES @ariaa.prm murni karena pola perilaku aria sendiri dan keluarga nya serta dukungan medis yg di dapatkan aria selama ini, saya lebih sekedar memotivasinya saja sebagai bagian dari orang-orang yang peduli akan perilaku sehat, terutama bicara dalam ikut berkontribusi mengurangi angka kelebihan berat badan yang selama ini menjadi kontributor utama penyakit kronis dan prematur kematian. Semoga cerita ARIA PERMANA menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua .. dan berharap anak-anak di indonesia memiliki orang tua dan keluarga yang mampu mempengaruhi nya secara positif sehingga bersedia dengan senang hati meniru perilaku sehat keluarga dan lingkungannya... Sebelum menjadi orang tua yang bijaksana bagi anak kita, berlaku lah bijaksana bagi diri sendiri, terutama dalam meningkatkan kemampuan kita menciptakan kesenangan pada TUBUH kita melalui pola perilaku sehari- hari... pola makan, pola gerak, pola istirahat, dan pola pandang .. TUT WURI HANDAYANI .. mengAJARkan cukup hanya dengan menCONTOHkan

Una publicación compartida por Ade Rai (@ade_rai) el

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sikat gigi bukan sebuah program, mandi bukan sebuah program, begitu pun DIET dan Latihan bukan sebuah program.. mereka adalah bagian dari pola hidup kita sehari-hari... sebuah SYARAT. Kegemukan dan Kelangsingan adalah sebuah KONSEKUENSI akumulasi berbagai INVESTASI perilaku kita sehari-hari. Begitu banyak faktor yang terlibat. Fitnessmania, sebagian dari Kita kadang sering memiliki kecenderungan mentalitas “kambing hitam”, apapun harus ada kambing hitam nya... “Oh ternyata dia kurus karena si itu, karena makan ini, karena ketemu itu“ dan seterus nya... Fitnessmania, sebuah hasil biasanya terjadi karena berbagai faktor yang berSINKRONISASI .. @ariaa.prm kurus murni karena akumulasi berbagai perubahan perilaku yang dilakukannya sendiri dan dukungan dari berbagai pihak yang secara sengaja atau tidak sengaja mengarahkan aria kembali ke beratnya semula. Pergeseran pola perilaku, makan, gerak dan tentu nya tidak memiliki asumsi di kepala yang melemahkan hati dalam perjalanan menurunkan berat badannya, memungkinkan aria seperti hari ini. Peran medis, peran psikologis, keluarga dan lingkungan, berkontribusi bersama- sama. Kalau pun ada Fitnessmania, satu apresiasi penghargaan terbesar, sepatutnya diberikan bukan pada siapa-siapa kecuali aria dan orang tuanya semata, yang memiliki kesabaran tiada henti nya .. Bagi aria betapa kegemukan menghambat semua keinginannya untuk bergerak dan bermain bersama teman2 nya bukanlah hal yang perlu dipertahankan, sesederhana itu saja. Tidak ada program khusus yang ia harus lalui.. semuanya dilakukan dengan senang hati, bukan kecil hati, bukan juga susah hati... tidak pesimis, tidak ngoyo, tidak pamrih terhadap hasil, dan tidak merasa berkorban... itulah kunci keberhasilan aria... semoga cerita di awal tahun baru ini sedikit membuka opsi cara pandang kita yang lebih menguatkan hati dalam upaya kita menjaga, meningkatkan, dan menikmati kesehatan kita ...

Una publicación compartida por Ade Rai (@ade_rai) el

 

 

COMENTARIOS

Reducir player
Imagen
Icono Señal en VivoEMISIÓN EN VIVO
Retrocede Audio
Adelantar Audio
Volumen
Compartir La Kalle